| Praktek Shalat Nabi saw |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Wednesday, 09 March 2011 15:03 |
|
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah, ditujukan kepada setiap orang yang menginginkan shalatnya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw, sesuai dengan sabdanya :
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Bukhari)
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki ” (Q.S; Al Maidah: 6). Rasulullah saw bersabda
“shalat tidak diterima (tidak sah) bila tanpa bersuci”
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala dosadosaku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala dosa-dosaku seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari segala dosadosaku dengan air, es dan embun”.
“Maha suci Engkau, ya Allah. Aku memuji-Mu dengan pujian-Mu, Maha berkah Asma-Mu, Maha tinggi kebesaran-Mu, dan tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau.”
[a'uzubillahi minassyaithonirrojiim min hamazihi wanafkhihi wanaftsihi] Artinya:
Dan basmalah:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
serta surat Al Fatihah, karena Rasulullah saw pernah bersabda:
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca fatihatul Kitab.” Setelah membaca surat Al Fatihah, ucapkanlah “Aamiin” dengan suara keras dalam shalat jahriyah (shalat yang bacaannya dikeraskan/ disuarakan). Setelah itu bacalah salah satu surat dari Al Qur’an yang dihafal (yang mudah).
“Maha suci Allah yang Maha agung”.
Lebih utama bila ucapan ini diulang-ulang tiga kali atau lebih. Dan disunnahkan juga menambahkan bacaan:
“Maha suci Allah, Rabb kami, dan dengan memuji Engkau, ya Allah, ampunilah aku.”
“Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya”.
Ketika berdiri ucapkanlah:
"Ya Rabb kami, bagi Engkau-lah segala puji dengan pujian yang banyak, yang baik dan diberkati, yang memenuhi langit, bumi, antara langit dan bumi, dan memenuhi apa saja yang Engkau kehendaki.”
“Yang memiliki pujian dan keagungan, Yang berhak menerima apa yang dikatakan hamba-Nya. Kami semua milik-Mu, ya Allah. Tidak ada yang dapat menolak apa yang telah Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberikan apa yang telah Engkau tolak, dan tidak ada gunanya bagi Engkau kekayaan dunia.”
Baik imam, munfarid (orang yang shalat sendirian) dan makmum disunnahkan meletakkan kedua tangan di atas dada seperti ketika berdiri sebelum ruku’. Ini berdasarkan petunjuk dari Rasulullah saw dari hadits yang diriwayatkan dari Wa'il bin Hujr dan Sahal bin Sa'ad radhiyallahu 'anhuma.
“Maha Suci Allah yang Maha Tinggi” ( 3x atau lebih).
“Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabb kami, dengan memuji Engkau, ya Allah, ampunilah aku.”
“Ketika ruku’ maka agungkanlah (nama) Rabbmu. Dan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a, karena do’a kalian layak untuk dikabulkan”.(HR. Muslim). (( َأقْرب ما يكُونُ الْعبد مِن ربهِ وهو ساجِد فَأَكْثِروا مِن الدعاءِ))
“Kondisi dimana seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah di saat ia sedang sujud, karena itu perbanyaklah do’a”. (HR. Muslim).
“Tegaklah dalam sujud kalian, jangan ada salah seorang dari kalian yang meletakkan kedua lengannya seperti seekor anjing.”
“Ya Rabb, ampunilah aku (3x). Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, berikanlah rizki-Mu kepadaku, sehatkanlah aku, tunjukilah aku, dan cukupkanlah segala kekuranganku".
Makmum tidak diperkenankan mendahului imam, karena Nabi r telah memperingatkan hal itu kepada umatnya. Hukumnya makruh apabila gerakan makmum bersamaan dengan imam. Yang disunnahkan adalah semua perbuatan makmum (dalam shalat) dilakukan setelah imam tanpa menunggu-nunggu dan setelah terhentinya suara imam. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw :
“Imam hanya dijadikan untuk diikuti, karenanya janganlah kalian menyelisihi imam, apabila imam takbir, maka takbirlah, apabila imam mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah” maka ucapkanlah:“Rabbanaa wa lakal hamd.” Apabila imam sujud, maka sujudlah". (HR. Bukhari dan Muslim).
13.Apabila shalat terdiri dari dua raka'at, seperti shalat Subuh, shalat Jum’at dan shalat Ied, maka setelah sujud yang kedua, duduk dengan menegakkan kaki yang kanan, dan duduk di atas kaki yang kiri, meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, menggenggam semua jari kecuali jari telunjuk yang mengisyaratkan pengesaan Allah SwT, atau menggenggam jari kelingking dan jari manis saja sedangkan jari tengah beserta ibu jari membentuk lingkaran, lalu mengisyaratkan jari telunjuk, ini juga baik bila dilakukan. Kedua cara ini berdasarkan hadits Nabi saw. Dan tangan kiri diletakkan di atas paha atau lutut yang kiri juga. Dalam duduk ini kemudian membaca tasyahud, yaitu:
“Segala puja dan puji, shalawat dan kebaikan milik Allah, keselamatan dari Allah, rahmat-Nya dan keberkahan-Nya kepadamu wahai Nabi saw,keselamatan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya. Ya Allah sampaikan keselamatan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan keselamatan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung, berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah Al Masih Ad-Dajjal”.
14.Apabila shalat terdiri dari tiga raka'at, seperti shalat Maghrib, atau empat raka'at, seperti shalat Dzuhur, Ashar dan shalat Isya’. Maka setelah membaca tasyahud dan shalawat kepada Nabi saw,berdiri lagi dengan bertumpu pada lutut, mengangkat kedua tangan setinggi pundak dengan mengucapkan “Allahu Akbar” dan meletakkan kedua tangan di atas dada, lalu membaca Al Fatihah saja.
Kemudian beristighfar (3x) dan mengucapkan:
“Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dari Engkaulah datangnya kesejahteraan, Engkau Maha Berkah, wahai yang mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang mampu menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau tolak, dan tidak ada gunanya bagi Engkau kekayaan manusia, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Engkau, ya Allah. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah selain Dia. Bagi-Nya kenikmatan, bagi-Nya anugrah, dan bagi-Nya pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Kami mengikhlaskan dien ini (agama ini) karena-Nya, meskipun orang-orang kafir membenci.”
“Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
"Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nyalah segala pujian, Dialah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".
"Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan, Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan".
“Barang siapa melaksanakan shalat sunnah 12 raka'at setiap hari, maka akan disediakan untuknya rumah di surga”. (HR. Muslim). Ketika bepergian atau dalam perjalanan, Nabi saw meninggalkan shalat sunnah sebelum dan sesudah Dzuhur, shalat sunnah ba’da Maghrib, dan shalat sunnah ba’da Isya’. Tetapi beliau masih tetap menjaga shalat sunnah sebelum Subuh, dan shalat witir. Oleh kerena itu kita perlu meneladani kehidupan beliau, karena Allah SwT telah berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al -Ahzab: 21).
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”.
sumber: http://islamhouse.com |
| Last Updated on Monday, 01 August 2011 16:07 |








