|
Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 03 August 2011 15:16 |
|
Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,
|
|
Last Updated on Wednesday, 03 August 2011 15:20 |
|
Read more...
|
|
Mengingat Kematian dan Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 18 June 2011 13:40 |
Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati, hanya tidak ada di antara kita yang mengetahui kapan kematian itu akan datang
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap jiwa pasti akan merasakan mati…"[i]
Karena kematian itu pasti akan tiba, maka Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita semua agar selalu mengingatnya dan menyiapkan diri dengan bekal setelah kematian itu. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
|
|
Last Updated on Saturday, 18 June 2011 13:50 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 18 June 2011 13:24 |
Segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla yang telah mencukupkan orang yang bertawakkal kepada -Nya:
قال الله تعالى: {وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا} [الطلاق: 3]
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) -Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Al Thalaq: 3)
Dan barangsiapa yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla maka dia akan benar dan diberikan petunjuk:
|
|
Last Updated on Saturday, 18 June 2011 13:37 |
|
Read more...
|
|
Teladan dari Khulafaur Rasyidin |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 16 June 2011 13:17 |
|
Pada masa Khulafa'ur Rasyidin para sahabat Rasulullah saw dan para tabi'in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu'anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu'anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
|
|
Last Updated on Thursday, 16 June 2011 13:22 |
|
Read more...
|
|
Wahai Anakku.. Bertakwalah Kepada Allah |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 16 June 2011 13:07 |
|
Wahai anakku... Sesungguhnya Rabmu mengetahui apa yang kamu betikkan dalam hatimu, dan Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan dengan lisanmu, dan Dia melihat terhadap segala amalanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah wahai anakku, dan berhati-hatilah kamu terhadap pengawasan-Nya pada saat kamu dalam keadaan yang tidak diridhai oleh-Nya.
|
|
Last Updated on Thursday, 16 June 2011 13:16 |
|
Read more...
|
|
Wasiat Fundamental Yang Terabaikan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 09 March 2011 12:53 |
|
Sesungguhnya termasuk perkara penting yang harus selalu kita ingat adalah wasiat-wasiat Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantaranya yaitu wasiat perpisahan yang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan kepada para sahabat –semoga Allah meridhoi mereka seluruhnya-. Dikisahkan oleh ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ’anhu sebagai berikut:
|
|
Last Updated on Wednesday, 09 March 2011 13:54 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 06 March 2011 09:49 |
|
بسم الله الرحمن الرحيم
﴿الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِم يَعْدِلُونَ﴾
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka”. QS. Al-An’am: 1
Allah Subahanahu Wa Ta’ala menegakkan dalil dengan ciptaanNya dan ayat-ayatNya dan di dalam diri kalian apakah kalian tidak memperhatikanNya, Allah Subahanahu Wa Ta’ala mewujudkan kasih sayangNya dengan nikmat dan karuniaNya:
|
|
Last Updated on Sunday, 06 March 2011 09:56 |
|
Read more...
|
|
Urgensi Waktu dan Muhasabah |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 06 March 2011 09:45 |
|
Al-Waqtu Huwa al-Hayâh
Ada sebuah kata hikmah yang singkat namun sarat terhadap makna hidup yang sangat luas dan mendalam, yang terdiri dari 3 (tiga) suku kata arab, namun sangat representative untuk menggambarkan arti pentingnya waktu bagi kehidupan manusia, yaitu ungkapan 'al-waqtu huwa al-hayâh (waktu adalah kehidupan)'. Sekali lagi, yaitu 'waktu adalah kehidupan.'
|
|
Last Updated on Sunday, 06 March 2011 09:49 |
|
Read more...
|
|
Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 25 February 2011 13:29 |
|
Written by sedekah.net
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
|
|
Last Updated on Sunday, 06 March 2011 09:45 |
|
Read more...
|
|
Permisalan Hidup Di Dunia |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 18 February 2011 09:14 |
|
Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang selayaknya dijadikan pelajaran dan diterapkan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya di dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, "Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir
|
|
Last Updated on Friday, 18 February 2011 13:15 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|