
I. PERINTAH SHALAT:
Firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar". (QS. Al-'Ankabut [29]: 45)
"Dan dirikanlah shalat, keluarkanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk". (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
"Dan dirikanlah shalat, keluarkanlah zakat dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan ". (QS. Al-Baqarah [2]: 110).
".... Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman ". (QS. An-Nisaa' [4]: 103)
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan". (QS. Lukman [31]: 17)
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.... ". (QS. Thaahaa [20]: 132).
Hadits Nabi Muhammad SAW:
"Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat apabila mereka sudah berumur 7 tahun, dan pukullah mereka kalau mereka meninggalkannya apabila umur mereka sudah sampai 10 tahun ". (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim).
II. JENIS-JENIS SHALAT:
- Shalat Fardhu (Shalat Wajib):
- Shalat Subuh: 2 rakaat,
- Shalat Zuhur: 4 rakaat,
- Shalat Ashar: 4 rakaat,
- Shalat Maghrib: 3 rakaat,
- Shalat Isya: 4 rakaat,
- Shalat Sunnah (Shalat Sunnah):
- Shalat Rawatib:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu. Ada juga yang mengerjakan 4 rakaat dengan dua kali salam:
- Sebelum shalat Subuh: 2 rakaat.
- Sebelum dan sesudah shalat Zuhur: 2 rakaat.
- Sebelum shalat Ashar: 2 rakaat.
- Sesudah shalat Maghrib: 2 rakaat.
- Sebelum dan sesudah shalat Isya: 2 rakaat.
- Shalat Dhuha:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat atau lebih (bisa 4, 6, 8 rakaat; tiap 2 rakaat ditutup dengan salam) yang dikerjakan ketika matahari naik sepenggal (sekitar jam 08.00 s/d sebelum Zuhur). Pada rakaat pertama disunnahkan membaca surat Asy-Syamsu dan pada rakaat kedua surat Ad-Dhuha.
- Shalat Tahiyyatul Masjid: Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan sebelum masuk masjid. Shalat ini dilakukan untuk menghormati masjid.
- Shalat Tahajjud:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan pada waktu malam hari (setelah shalat Isya hingga terbit fajar). Bisa juga dikerjakan 4 rakaat atau sebanyak-banyaknya (tidak terbatas; setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam). Disyaratkan harus tidur terlebih dahulu walaupun sebentar. Sebaiknya dilanjutkan dengan shalat sunnah witir 1 rakaat.
- Shalat Fajar:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan sebelum waktu subuh.
- Shalat Wudhu:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan beberapa saat sesudah berwudhu, ketika sisa-sisa air wudhu yang ada di anggota wudhu masih kelihatan basah, jadi jangan sampai sudah kering baru melakukan shalat sunnah wudhu.
- Shalat Tarawih:
Merupakan shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya pada bulan Ramadhan. Shalat ini bisa dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Bilangan rakaatnya bisa 8 rakaat (tiap 2 rakaat diakhiri dengan salam atau tiap 4 rakaat, diakhiri dengan salam; tanpa tasyahud awal) atau 20 rakaat (tiap 2 rakaat diakhiri dengan salam). Sebaiknya dilanjutkan dengan shalat sunnah witir 3 rakaat.
- Shalat Witir:
Merupakan shalat sunnah penutup shalat malam yang dikerjakan di awal (jika khawatir tidak bangun pada malam harinya), pertengahan atau di akhir malam (jika percaya bisa bangun malam). Bilangan rakaatnya ganjil, minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat (tanpa tasyahud awal). Lazimnya shalat witir ini 1 atau 3 rakaat.
- Shalat Istisqa:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang biasanya dilakukan secara berjamaah dilapangan untuk meminta hujan, apabila mengalami kekeringan (disertai dengan 2 khutbah).
- Shalat Hari Raya:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat dipagi hari (dimulai dari terbitnya matahari sampai waktu zuhur) secara berjamaah di lapangan maupun di masjid yang dikerjakan pada waktu Hari Raya Idul Fitri, tanggal 1 Syawal dan Idul Adha, tanggal 10 Dzulhijjah. Pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir sebanyak 7 kali dan pada rakaat kedua sebanyak 5 kali. Pada tiap-tiap takbir membaca:
Subhaanallaah, wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar. Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan yang Maha Besar.
- Shalat Gerhana:
Merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang dilaksanakan karena ada gerhana, baik gerhana matahari atau gerhana bulan. Kalau gerhana matahari disebut shalat kusuf, dan kalau gerhana bulan disebut shalat huusuf. Waktu melaksanakan shalat gerhana matahari, yaitu mulai awal gerhana hingga matahari kembali seperti semula, begitu juga dengan gerhana bulan.
III. KETENTUAN-KETENTUAN SHALAT:
- Syarat Syah Shalat:
- Beragama Islam.
- Sudah baligh dan berakal.
- Suci dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.
- Suci seluruh badan, pakaian dan tempat dari najis.
- Menutup aurat: Laki-laki auratnya antara pusat sampai lutut, sedangkan wanita auratnya seluruh anggota badan, kecuali muka dan kedua telapak tangan.
- Telah masuk waktu shalat.
- Menghadap kiblat.
- Rukun Shalat:
- Berdiri tegak bagi yang mampu ketika shalat.
- Niat mengerjakan shalat.
- Takbiratul Ihram, yaitu membaca "Allahu Akbar" pada permulaan shalat.
- Membaca Al-Faatihah pada setiap rakaat.
- Rukuk dengan thuma'ninah (berhenti sebentar dengan tenang).
- I'tidal dengan thuma'ninah.
- Sujud dengan thuma'ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah.
- Duduk tasyahud akhir dengan thuma'ninah.
- Membaca tasyahud akhir.
- Membaca shalawat Nabi pada tasyahud akhir.
- Mengucapkan salam.
- Tertib (berurutan).
- Sunnah Shalat:
- Mengangkat kedua tangan ketika:
- Takbiratul ihram.
- Akan melakukan rukuk.
- Bangkit dari rukuk.
- Berdiri pada rakaat yang ketiga (setelah tasyahud awal).
- Meletakkan telapak tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri ketika bersedekap.
- Membaca doa iftitah sesudah takbiratul ihram.
- Membaca ta'awudz sewaktu akan membaca Al-Faatihah.
- Membaca "aamiin" setelah membaca Al-Faatihah.
- Membaca ayat atau surah Al-Qur'an sesudah membaca surah Al-Faatihah pada rakaat pertama dan rakaat kedua.
- Mengeraskan bacaan Al-Faatihah dan ayat atau surah Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua dalam shalat maghrib, isya, dan subuh.
- Membaca takbir ketika berpindah rukun.
- Meluruskan belakang kepala dengan punggung ketika rukuk.
- Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud.
- Membaca "sami'allaahu liman hamidah" ketika bangkit dari rukuk dan membaca "Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawaati wal `ardhi wa mil `umaa sy'ta min syai-iin ba'du" atau "Allaahumma rabbanaa walakalhamdu ".
- Meletakkan telapak tangan di atas paha ketika duduk tasyahud, dengan membentangkan yang kiri dan menggenggamkan yang kanan.
- Duduk iftirasy dalam semua duduk shalat.
- Duduk tawarruk `bersimpuh' pada waktu tasyahud akhir.
- Membaca salam yang kedua.
- Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri sewaktu membaca salam yang pertama dan kedua.
- Hal-hal yang Makruh dalam Shalat:
- Tidak menyempurnakan rukuk dan sujud.
- Berpaling ke kanan atau kekiri (dalam shalat).
- Menengadah ke langit.
- Menggerak-gerakkan anggota badan.
- Meludah.
- Bertolak pinggang.
- Menguap.
- Membunyikan ruas tangan.
- Menahan buang air besar, kecil, maupun kentut.
- Menahan keinginan makan dan minum sesudah makanan tersedia.
- Memejamkan mata.
- Melakukan shalat ketika sedang kantuk.
- Mengerjakan shalat di atas kuburan.
- Menurunkan kain sehingga mengenai lantai (bagi laki-laki).
- Hal-hal yang Membatalkan Shalat:
- Meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja.
- Menambah rukun.
- Terkena najis.
- Berhadats kecil maupun besar.
- Terbuka aurat.
- Berbicara/berkata (walaupun satu huruf tetapi memiliki arti) dengan sengaja.
- Bergerak tiga kali berturut-turut atau lebih.
- Makan dan minum, walaupun hanya sedikit.
- Membelakangi atau menghadap ke arah lain selain kiblat.
- Tertawa.
- Mengubah niat, misalnya ingin menghentikan shalat.
- Mendahului gerakan imam lebih dari dua rukun.
- Murtad atau keluar dari Islam.
IV. TATACARA SHALAT:
- Berdiri tegak menghadap kiblat (kaki agak merenggang kira-kira sejengkal).
- Berniat dalam hati
- Mengangkat kedua belah tangan sampai daun telinga sambil Takbiratul Ihram (mengucapkan Allahu Akbar). Kemudian kedua tangan disedekapkan di bawah dada atau di atas perut dengan rapi dan khusuk.
- Membaca doa iftitah:
[ Allahumma baa'id baini wa baina khotoyaaya kama baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotooyaaya kamaa yunaqqos tsaubul abyadhu minaddanaasi. Allahummaghsilnii min khotooyaaya bilmaa i was tsalji wal barodi ] Artinya: "Ya Allah, jauhkan antara diriku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, bersihkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah cucilah, dosa-dosaku dengan air, es dan air dingin.
- Membaca A1-Faatihah.
- Membaca Ayat atau Surah A1-Qur'an.
- Rukuk dengan thuma'ninah (diam sebentar, jangan langsung berdiri). Setelah selesai membaca surat pendek, lalu mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga sambil bertakbir dan kemudian rukuk. Pada saat rukuk, bacalah:
Subhaana rabbiyyal 'adziimi wa bihamdih 3x. Artinya: Mahasuci Tuhan Yang Mahaagung serta memujilah aku kepada-Nya.
- I'tidal dengan thuma'ninah (diam sebentar, jangan langsung sujud). Setelah selesai rukuk, kemudian bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga dan ucapkanlah:
Sami 'Allaahu liman hamidah. Artinya: Allah mendengar orang yang memujinya. Pada waktu berdiri tegak (I'tidal), dibaca:
Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawaati wal 'ardhi wa mil 'umaa sy'ta min syai-iin ba' du. Artinya: Ya Allah, Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.
- Sujud dengan thuma'ninah (diam sebentar, baru kemudian duduk). Setelah selesai i'tidal, turunlah untuk sujud sambil bertakbir. Pada saat sujud, bacalah:
Subhaana rabbiyyal 'alaa wa bihamdih 3x. Artinya: Mahasuci Tuhan Yang Mahatinggi serta memujilah aku kepada-Nya.
- Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah (diam sebentar sebelum sujud lagi). Sambil bangun dari sujud, ucapkanIah takbir. Pada saat duduk bacalah:
Rabbigh firlii war hamnii waj burnii war fa'nii war zuqnii wah dinii wa 'afinii wa' fuannii. Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk, kesehatan, dan ampunilah aku.
- Sujud kedua dengan thuma'ninah (diam sebentar baru kemudian berdiri). Setelah selesai membaca bacaan duduk di antara dua sujud, bacalah takbir dan sujudlah (bacaannya sama dengan no.9).
- Tasyahud Awal
Jika shalat 4 rakaat, pada rakaat kedua (sebelum berdiri lagi) harus duduk terlebih dahulu. Duduk inilah yang disebut tasyahud awal. Pada duduk tasyahud awal ini, bacalah:
At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhaan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakatuh. Assalaamu 'alainaa wa `alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad Saw.). Salam, semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
- Tasyahud Akhir dengan thuma'ninah (diam sebentar, baru kemudian mengucapkan salam).
Tasyahud Awal dan Akhir tidak jauh berbeda. Pada tasyahud akhir hanya ditambahkan shalawat kepada Rasulullah Saw:
At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhaan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Allahum ma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa 'aali Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim. Wa baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa 'aali Muhammad. Kamaa baarakta `alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim. Fiil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad Saw.). Salam, semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, sebagaimana Engkau beri rahmat kepada Nabi lbrahim dan keluarganya. Limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia.
- Salam.
Setelah selesai membaca tasyahud akhir, akhirilah dengan mengucapkan salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri:
Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah. Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu semua.
V. SUJUD SAHWI:
- Pengertian Sujud Sahwi:
Sujud Sahwi ialah sujud yang dilakukan di dalam shalat (bukan sujud rukun) sebanyak 2 kali sesudah membaca tasyahud akhir sebelum mengucapkan salam atau sesudah salam.
- Sebab-Sebab Dilakukannya Sujud Sahwi:
- Ketinggalan Tasyahud Pertama.
Dijelaskan oleh Al-Mughirah, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian berdiri sesudah 2 rakaat, tetapi ia belum sampai sempurna berdiri, hendaklah ia duduk kembali (untuk tasyahud pertama). Jika ia sudah berdiri betul, ia jangan duduk kembali dan hendaklah ia sujud 2 kali [sujud sahwi]." (HR. Ahmad)
- Kelebihan Rakaat, Rukuk, atau Sujud karena Lupa.
Dari Ibnu Mas'ud: "Sesungguhnya Nabi SAW telah shalat dzuhur 5 rakaat. Maka orang bertanya kepada beliau. Jawab beliau, 'Tidak'. Mereka yang melihat beliau shalat berkata, 'Engkau telah shalat 5 rakaat.' Mendengar keterangan mereka demikian, maka beliau terus sujud 2 kali." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Karena Ragu atau Syak terhadap Jumlah Rakaat yang telah Dikerjakan.
Dari Abu Said Al-Khudri, Nabi SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalat, apakah ia sudah mengerjakan 3 atau 4 (rakaat), maka hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan shalatnya menurut yang diyakini, kemudian hendaklah ia sujud 2 kali sebelum salam." (HR. Ahmad dan Muslim)
- Apabila Rakaat Shalat Kurang karena Lupa.
Dari Abu Hurairah R.A: "Bahwa Nabi SAW melakukan salah satu dari dua shalat sore hari hanya 2 rakaat, lalu memberi salam, kemudian beliau berdiri ke sebuah tonggak kayu di depan masjid, lalu meletakkan tangan di atasnya, sedangkan di antara kaum (yang bermakmum) terdapat Abu Bakar dan Umar, tetapi keduanya merasa segan berbicara kepadanya. Kemudian keluarlah (dari masjid) orang-orang yang tergesa seraya mengatakan, 'Shalat telah dipersingkat.' Di antara kaum itu terdapat laki-laki yang dipanggil oleh Nabi SAW dengan nama julukan Dzulyadain. Lalu laki-laki itu berkata, 'Wahai Rasulullah apakah Engkau lupa atau shalat telah diperpendek?' Nabi SAW menjawab, 'Aku tidak lupa dan shalat tidak diperpendek.' Lelaki itu berkata, 'Memang benar Engkau telah lupa.' Maka Nabi SAW shalat (lagi) 2 rakaat, lalu bersalam. Kemudian Nabi SAW bertakbir dan melakukan sujud seperti sujud sebelumnya atau lebih lama (daripadanya), lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bertakbir dan melakukan sujud lagi sama dengan sujud sebelumnya atau lebih lama lagi, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bertakbir." (Muttafaq 'alaihi. Lafal hadits ini menurut Imam Bukhari)
- Bacaan Sujud Sahwi:
Bacaan sujud sahwi sama dengan bacaan sujud rukun. Begitupun bacaan duduk di antara dua sujud, sama dengan bacaan duduk di antara dua sujud pada rukun shalat.
VI. DOA QUNUT: Membaca doa qunut dalam shalat hukumnya sunnah.
Doa Qunut dibaca pada saat:
- Shalat subuh, yaitu pada rakaat kedua setelah i'tidal.
- Shalat witir, yaitu pada rakaat terakhir setelah tanggal 15 Ramadhan ke atas sampai dengan malam terakhir Ramadhan.
- Dalam keadaan bahaya atau ada bencana (qunut nazilah).
Doa qunut dibaca dengan cara mengangkat kedua tangan dengan bagian telapak tangan dihadapkan ke arah wajah.
Allaahummah dinii fiiman hadait. Wa 'aafinii fiiman 'aafait. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiiman a'thait. Wa qinii syarramaa qadhait. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik. Wa innahuu laa yadzillu mawwaalait. Wa laa ya'izzuman 'aadait. Tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait. Falakal hamdu 'alaa maa qadhait. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihi wasallam . Artinya: Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau tunjukkan. Dan sehatkanlah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sehatkan. Dan berilah perlindungan kepadaku sebagaimana orang yang telah Engkau beri perlindungan. Dan berikanlah berkah kepadaku dalam rezeki yang telah Engkau berikan. Dan jagalah aku dari kejelekan takdir yang telah Engkau tentukan. Sesungguhnya Engkaulah yang dapat menentukan dan bukannya yang ditentukan. Sesungguhnya tidak akan merasa hina orang yang telah Engkau beri pertolongan. Dan tidak akan merasa mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah Engkau, ya Tuhan kami dan Engkau Maha Tinggi pula. Bagimu adalah segenap puji atas segala sesuatu yang telah Engkau tentukan. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah tetap mengaruniai rahmat kepada Nabi Muhammad, yakni Nabi yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis) dan kepada keluarga serta sahabatnya dan Allah juga memberikan keselamatan.
|