Panduan Hadits Level_1 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 15 March 2011 09:33

Berbicara Baik dan Wajah Berseri
Hadits no :1

 


1. Dari Abi Dzar ra, berkata : “ Rasulullah saw bersabda : “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri” (Shahih Muslim Hadits No: 6637)


Perawi hadits:


Abu Dzar ra adalah termasuk kalangan sahabat yang zuhud dan dari kalangan muhajirin, masuk Islam  sejak awal dan kisah-kisah hidupnya banyak sekali. Ia meninggal pada tahun 32 Hijrah pada masa khilafah Utsman ra.

Makna Secara Umum

Hadits ini membimbing kita bahwa selayaknya bagi seorang muslim tidak meremehkan apa yang dalam  pandangan syar’i baik untuk dikerjakan. Dan seseorang hendaknya menjumpai teman-temannya dengan berseri, gembira dan senyuman sebab lahiriyah manusia merupakan tanda batinya maka menjumpai  saudara dengan seperti itu dapat memberikan rasa cinta dan gembira kepada mereka.


Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits:

1. Tidak boleh meremehkan kebaikan sekalipun sesuatu yang ringan.
2. Menggunakan kelembutan dan keceriaan ketika bersama teman
3. Anjuran kepada hal-hal yang dapat menguatkan ikatan persaudaraan Islam
4. Keceriaan di hadapan saudaramu merupakan kebaikan

 

Penunjuk Kebaikan Seperti Yang Berbuat
Hadits no : 2

 

 

2. Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa  mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia  mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (Shohih Muslim Hadits No : 6750.)

Perawi Hadits

Dia adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad Dausy, masuk Islam pada tahun Khaibar tahun 7 H, selalu  menyertai Rasulullah saw karena kecintaannya terhadap ilmu dan tergolong sahabat yang paling banyak  hafalan haditsnya.


Makna Secara Umum
Rasul saw sang pembawa petunjuk menganjurkan umatnya untuk berbuat kebaikan dan menyerukannya. Bahwasanya siapa yang membimbing orang lain kepada petunjuk maka ia mendapatkan pahala besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa mengurangi pahala yang mengikutinya “Barangsiapa  menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang  mengerjakannya” dan barangsiapa menjerumuskan seseorang kepada perbuatan dosa sekalipun sedikit  atau menyuruhnya atau membantu dalam mengerjakannya maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa manusia yang mengerjakannya. Lantas bagaimana halnya dengan orang-orang yang berpaling dari  Syariat Allah dan menerapkan hukum dengan undangundang buatan manusia serta mengakui ideologi  atheis yang menghancurkan kehidupan. Mereka semua berpaling dari Kitabullah dan tersesat dari jalan  yang lurus. Dan pasti akan ditimpakan pada mereka dosa dari penyimpangan-penyimpangan ini yang  banyak membuat para pemuda menyeleweng dari kebenaran dan jalan Allah yang lurus.


Faedah Yang Bisa Dipetik dari Hadits

1. Keutamaan menunjukan kepada kebaikan dan anjuran mengerjakannya serta pahalanya yang besar

2. Bahwa pahala yang diberikan kepada orang yang memberikan petunjuk tidak mengurangi pahala yang mengikutinya

3. Ancaman keras bagi siapa yang menyeru kepada bid’ah atau kesesatan dan hal itu merupakan sebab penyimpangan manusia dari kebenaran

 

Haramnya Saling Membenci dan Hasad
Hadits no : 3

 

 

3. dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ Janganlah kalian saling membenci, saling hasad (dengki), saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak  dihalalkan bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari” (Muttafaq Alaih) (Shohih Bukhori Hadits no : 5840)


Perawi Hadits

Dia adalah Anas bin Malik Al Anshori ra pembantu Rasulullah saw meriwayatkan banyak hadits dan  meninggal pada tahun 92 H


Makna Hadits Secara Umum

Pada hadits ini Rasulullah saw membimbing kita kepada perkara yang mengharuskan kita menjadi  bersaudara, saling mencintai, bersatu hati serta saling berinteraksi antara kita dengan interaksi baik  secara Islami, yang menunjukkan kita kepada akhlaq mulia dan menjauhkan kita dari keburukannya.  Menghilangkan dari hati kita perasaan hasad dan benci serta menjadikan hubungan (muamalah) kita  hubungan secara Islam yang mulia.

Hadits tersebut juga menunjukan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan dalam Islam lebih kuat  daripada ikatan nasab dan darah karena landasannya adalah iman kepada Allah. Maka tidak boleh bagi  seorang muslim menjauhi saudaranya atau berpaling darinya lebih dari tiga hari selama hal itu tidak  terdapat sebab yang diperbolehkan oleh agama yang diharapkan orang yang yang dijahui tersebut  kembali dari penyimpangan dalam agama.

Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits.

1. Haramnya perbuatan saling membenci, saling hasad, saling bertolak belakang dan saling memutuskan hubungan.

2. Larangan untuk menyakiti/mengganggu seorang Muslim dalam bentuk apapun.

3. Haramnya menjahui saudaranya Muslim lebih dari tiga hari.

4. Semua perbuatan tersebut bukanlah dari akhlaq seorang Muslim.

5. Anjuran untuk bersaudara dan bersatu hati diantara sesama Muslim

 

 

Diantara Etika Makan dan Minum.
Hadits no : 4

 

 

 

Last Updated on Friday, 20 May 2011 13:36