|
Celakalah Al Maa'uun, Orang Yang Pelit |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 03 August 2011 15:20 |
|
Ulama fikih membahas dalam kitab al buyu' satu pembahasan yang disebut 'aariyah. Yang dimaksud 'aariyah adalah pemilik barang membolehkan barangnya dimanfaatkan oleh pihak lain tanpa ada upah. Istilah gampangnya, 'aariyah artinya meminjamkan. Seperti misalnya meminjamkan laptop pada teman dan teman tersebut tidak dikenakan biaya apa-apa. Nah, orang yang enggan memberikan pinjaman pada saudaranya yang lain, padahal ia sebenarnya tidak lagi membutuhkan barang tersebut, alias ia pelit pinjamkan barang, inilah yang disebut al maa'uun. Inilah istilah yang sering kita dengar dalam surat pendek yaitu surat Al Maa'un.
|
|
Last Updated on Wednesday, 03 August 2011 15:24 |
|
Read more...
|
|
Haknya minta dipenuhi, tapi kewajibannya dilalaikan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 16 June 2011 13:31 |
|
Allah berfirman
وَيۡلٌ۬ لِّلۡمُطَفِّفِينَ (١) ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ (٢) وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ (٣
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi” (Al-Muthaffifin: 1-3)
Kasus yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam hal takaran dan timbangan ini hanyalah sekedar permisalan. Termasuk di dalamnya seluruh bentuk-bentuk kecurangan sejenisnya. Siapa saja yang menuntut haknya dipenuhi dengan sempurna dan mengurangi hak orang lain, maka ia termasuk dalam ayat tersebut.
|
|
Last Updated on Thursday, 16 June 2011 13:36 |
|
Read more...
|
|
Gambaran beratnya siksa neraka dalam Al-Qur'an |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 16 June 2011 13:25 |
|
Banyak ayat dan hadits yang menggambarkan kondisi surga dan neraka. Ada yang digambarkan kondisi surga dan neraka, ada yang digambarkan kondisi penghuninya. Diberitakan tentang kondisi surga agar umat manusia termotivasi untuk mendapatkananya, dan di gambarkan kondisi neraka agar umat manusia takut dan berusaha untuk menghindarinya.
Diantara ayat yang menggambarkan beratnya kondisi di neraka, adalah apa yang Allah firmankan
فَذُوقُواْ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا
“Karena itu, rasakanlah! Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kalian selain daripada adzab” (An-Naba':30)
|
|
Last Updated on Thursday, 16 June 2011 13:30 |
|
Read more...
|
|
Makna Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 16 June 2011 13:22 |
|
''Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'' Mereka berkata: ''Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?''. Tuhan berfirman: ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui''(Al-Baqarah:30) Allah Ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala'ul Ala, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman,
|
|
Last Updated on Thursday, 16 June 2011 13:38 |
|
Read more...
|
|
Hukum Berkumpul Membaca Al-Qur'an |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 15 June 2011 14:42 |
|
Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda –semoga Allah subhanahuwata’ala menjagamu- terhadap seseorang yang mengumpulkan manusia di rumahnya lalu mereka membaca sebagian al-Qur`an. Kemudian mereka berdoa untuk mereka dan kaum muslimin. Kemudian ia mengajak mereka menyantap makanan yang sudah disediakan terlebih dahulu untuk mereka, kemudian mereka pulang?
Pertanyaan: sesungguhnya pengundang membagikan kepada para undangan al-Qur`an per-juz, di mana mereka semua membaca juz yang ada di hadapannya. Dan setelah setelah mereka selesai, salah seorang dari mereka berdoa untuk mereka dan kaum muslimin, mereka menganggap bahwa mereka telah mengkhatamkan al-Qur`an untuk mengambil berkah.
|
|
Last Updated on Wednesday, 15 June 2011 15:15 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 26 February 2011 09:34 |
|
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allah berfirman:
Artinya : “Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb manusia” [An-Naas : 1] “Raja Manusia” [An-Naas : 2] “Sembahan manusia” [An-Naas : 3] “Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi” [An-Naas : 4] “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia” [An-Naas : 5] “Dari jin dam manusia” [An-Naas : 6]
Mengenai “basmalah” telah berlalu penjelasannya
Allah berfirman :
“Artinya : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia” [An-Naas : 1]
|
|
Last Updated on Saturday, 26 February 2011 09:37 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 26 February 2011 09:30 |
|
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bismillahirrahmaanirrahiim
Allah berfirman. Artinya : “Katakanlah : “Dialah Allah, Yang Maha Esa” [Al-Ikhlash : 1] “Allah adalah Ilah yang bergantung kepadaNya segala urusan” [Al-Ikhlash : 2] “Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan” [Al-Ikhlash : 3] “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlash : 4]
Mengenai “basmalah” telah berlalu penjelasannya.
Sebab turunnya surat ini adalah, ketika orang musyrik atau orang Yahudi berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Beritakan kepada kami sifat Rabb-mu!” Kemudian Allah Ta’ala menurunkan surat ini [1]
|
|
Last Updated on Saturday, 26 February 2011 09:33 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 26 February 2011 09:26 |
|
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bismillahirrahmaanirrahiim
Allah berfirman.
Artinya : “Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1] “Dari kejahatan makhluk-Nya” [Al-Falaq : 2] “Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita” [Al-Falaq : 3] “Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” [Al-Falaq : 4] “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” [Al-Falaq : 5]
Mengenai ‘basmalah” telah berlalu penjelasannya
Firman Allah.
“Artinya : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1]
|
|
Last Updated on Saturday, 26 February 2011 09:29 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 26 February 2011 09:20 |
|
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Firman Allah
Bismillahirrahmaanirrahiim
“Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.
Kita katakan (dalam kaidah bahasa Arab) bahwa jar majrur harus memiliki kaitan dengan kata yang tersembunyi setelahnya, karena keduanya adalah ma’mul. Sedang setiap ma’mul harus memiliki ‘amil.
Ada dua fungsi mengapa kita letakkan kata kerja yang tersembunyi itu di belakang.
Pertama : Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah Azza wa Jalla.
|
|
Last Updated on Saturday, 26 February 2011 09:26 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|